Strategi Implementasi ERP – Roll Out

Implementasi pada sebuah perusahaan dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan. Pendekatan yang digunakan disesuaikan dengan kondisi serta objektif yang ingin dicapai. Setelah dilakukan implementasi biasanya proses roll out dilakukan baik pada bisnis unit maupun anak perusahaan.

Namun, terdapat kondisi dimana roll out tidak dapat berjalan dengan lancar. Kondisi seperti perbedaan bisnis proses dikarenakan entitas memang berada didalam industri yang berbeda. Hal ini umum terjadi pada perusahaan konglomerasi. Dimana anak perusahaan yang dimiliki berada pada industri dan bidang usaha yang berbeda-beda.

Alternatif yang mungkin bisa menjadi solusi:

  • Menggunakan ERP berbeda dari Induk/Pusat

Penggunaan ERP yang berbeda dapat dilakukan agar bisa mengakomodasi kebutuhan bisnis proses. Mekanisme untuk konsolidasi data dan informasi akan diakomodasi dengan melakukan penghubungan/pengiriman informasi/data sesuai dengan persyaratan dan fungsi yang dibangun nantinya. 

  • Menggunakan ERP yang sama dengan induk/pusat

Biasanya hal ini merupakan hal yang cukup normal dan sering dipakai. Namun yang akan menjadi kendala adalah adanya batasan yang muncul dikarenakan adanya perbedaan dalam bisnis proses dan kebijakan.
Namun jika sudah diketahui kebutuhan detail, seharusnya bisa dilakukan identifikasi batasan serta solusi yang akan diimplementasikan. Kebutuhan ini akan mempengaruhi bagaimana konfigurasi sistem dalam implementasinya.

Selain konfigurasi, adanya add on atau customization menjadi langkah selanjutnya agar penggunaan sistem dapat dilakukan pada entitas tersebut. Namun hal ini juga memunculkan risiko implementasi seperti proses implementasi yang lebih kompleks dan memakan waktu yang lebih banyak dibanding implementasi fungsi standar.

Strategi Implementasi ERP – Roll Out