Perkembangan Sustainability Reporting di Indonesia: Laporan Berkelanjutan Pada Perusahaan BUMN

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan sebuah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. Definisi tersebut diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2003. Didirikan sebuah BUMN agar mampu untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kesejahteraan pemangku kepentingan khususnya rakyat Indonesia. Tanggung jawab sosial, ekonomi serta lingkungan menjadi perhatian khusus pemerintah untuk perusahaan BUMN ini. Hal ini telah diformalkan baik dalam bentuk Peraturan Pemerintah/Menteri, maupun Undang-undang.

Terkait dengan adanya konsep keberlanjutan (sustainability) sebuah entitas, perusahaan tidak hanya mementingkan pendapatan dan laba. Fokus yang ada sekarang adalah keberlangsungan hidup perusahaan kedepan serta dampak perusahaan dalam aspek-aspek terkait sustainability. Adapun aspek-aspek tersebut adalah Ekonomi, Sosial dan Lingkungan. Pelaporan mengenai rincian atas aspek-aspek tersebut diakomodasi dalam suatu bentuk yang diberi nama Laporan Berkelanjutan (Sustainability Report) dan memiliki standar pembuatan laporan mengacu pada GRI sustainability reporting guidelines versi 4 (GRI-G4).

Pelaporan oleh BUMN mengenai sustainability bersinggungan dengan pelaporan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Berdasarkan definisinya PKBL dibagi atas dua program1.

  • Program Kemitraan, adalah program untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaat dana dari bagian laba BUMN.
  • Program Bina Lingkungan, adalah program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN.

Atas pelaksanaan PKBL tersebut diwajibkan adanya pelaporan rutin baik dalam kurun waktu tertentu (kuartal) maupun tahunan. Laporan ini disampaikan secara terpisah dari laporan Berkala dan Laporan Tahunan2. Pelaporan ini juga digunakan untuk melakukan penilaian atas suatu BUMN.

Pelaksanaan PKBL ini merupakan bentuk implementasi dari kategori Sosial pada sub-kategori Masyarakat (G4-SO1)3. Aspek pelaporan dimana peranan BUMN dan dampak kepada komunitas lokal baik secara positif maupun negatif. Sehingga secara tidak langsung pelaporan PKBL sudah bisa mengakomodasi kategori SR dari G4 guidelines.

 

Trend Publikasi Sustainability Report (SR) BUMN

Dalam tulisan ini disajikan informasi dari pengumpulan data BUMN yang melakukan publikasi SR. Dalam proses pengumpulan informasi ini, acuan daftar BUMN didapat dari situs kementerian BUMN. Kemudian penyajian dari pengumpulan data tersebut dilakukan berdasarkan kelompok yang didefinsikan dalam daftar tersebut4. Pada gambar berikut (Gambar 1.) ditampilkan informasi secara sektoral untuk memperlihatkan perbandingan antara jumlah masing-masing sektor dan besaran BUMN yang melakukan publikasi dalam sektor terkait.

01

Gambar 1. Daftar BUMN (Sektoral) yang mempublikasikan SR.

Dalam tulisan ini, terdapat total 119 BUMN yang terdaftar. Ada kemungkinan dari daftar tersebut masih ada BUMN yang belum masuk. Berdasarkan data yang didapatkan baru sekitar 28 BUMN yang melakukan publikasi SR. Secara persentase jumlah yang melakukan pembuatan SR masih dibawah 30%.

Terdapat tren positif bila melihat kenaikan dari tahun ke tahun untuk jumlah laporan yang dipublikasikan. Kenaikan yang signifikan terlihat pada tahun 2013 jika dibandingkan dengan pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya. Adapun periode dalam laporan ini dilihat antara tahun 2006 hingga 2014.

02

Gambar 2. Tren perkembangan SR periode 2006 – 2014

 

Trend Pelaporan pada BUMN Go Public

Pelaporan pada perusahaan Go Public biasanya cukup menjadi perhatian bagi banyak pihak yang berkepentingan (stakeholders), tidak hanya pelaporan yang wajib seperti Laporan Keuangan, namun pelaporan sukarela juga mulai mendapat perhatian. Berdasarkan hasil survey penulis, BUMN yang berstatus Perusahaan Terbuka cukup banyak yang mempublikasikan Sustainability Report. Dari total 20 BUMN sebanyak 14 perusahaan yang membuat pelaporan tersebut. Dengan persentase sebesar 70% tren pelaporan berkelanjutan pada BUMN berstatus terbuka menunjukan animo yang tinggi. Berbeda dengan BUMN yang belum Go Public, persentase tersebut masih ketinggalan jauh. Sebanyak 15% atau 15 BUMN dari total 99 BUMN yang baru membuat pelaporan terkait.

03

Gambar 3. Perbandingan BUMN Publik dan Non-Publik

Jika melihat pada kasus BUMN yang masih berstatus tertutup, Pelaporan Berkelanjutan masih dalam bentuk pelaporan parsial atau hanya pengungkapan kegiatan program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) dimana pelaporan ini merupakan kewajiban yang diatur dalam peraturan menteri. Sepertinya pengungkapan informasi yang bersifat sukarela dalam bentuk laporan berkelanjutan ini masih belum menjadi focus utama mereka.

 

Penutup

Pelaporan PKBL berfokus pada masyarakat itupun masih dalam ruang lingkup dampak yang terbatas. Sedangkan untuk SR mencakup lebih besar dan lebih banyak untuk masing-masing elemen pelaporan. Pelaporan PKBL walaupun bersifat wajib dikarenakan adanya peraturan dari Pemerintah yang dibuat oleh Menteri, namun hanya bersifat standar nasional. GRI G4 merupakan standar pelaporan keberlanjutan yang saat ini diikuti oleh banyak negara dan berlaku untuk semua jenis organisasi.

Kurun waktu pelaporan SR disesuaikan dan dikembalikan dengan kesiapan dan kebutuhan dari entitas terkait. Sehingga ada keleluasaan dalam penyiapan laporan SR.

Kemungkinan penggabungan laporan PKBL dan laporan SR:

  1. Laporan SR akan meng-cover banyak aspek sehingga BUMN perlu mempersiapkan data dan informasi yang lebih banyak dibandingkan laporan PKBL yang ada
  2. Untuk memudahkan pelaporan SR, periode pelaporan gabungan hanya untuk tahunan. Sedangkan pelaporan kuartalan hanya PKBL.

 

Catatan & Sumber:

1 Definisi diambil dari peraturan menteri negara BUMN PER-05/MBU/2007.

2 Mekanisme Pelaporan diatur dalam BAB VII, dimana kewajiban pelaporan disebutkan pada pasal 21 ayat (1), periode pelaporan pada ayat (2) dan pemisahan laporan pada ayat (3).

3 G4 Sustainability Reporting Guidelines

4 Pengelompokan sektor BUMN diambil dari situs kementerian BUMN dimana terdapat total 13 Sektor untuk 119 BUMN yang terdaftar, http://bumn.go.id/halaman/situs

Advertisements
Perkembangan Sustainability Reporting di Indonesia: Laporan Berkelanjutan Pada Perusahaan BUMN

9 thoughts on “Perkembangan Sustainability Reporting di Indonesia: Laporan Berkelanjutan Pada Perusahaan BUMN

  1. sata sangat tertarik dengan tulisan ini, kebetulan saya sedang mencari bahan untuk tugas saya mengenai sustainable reporting ini. untuk data jumlah perusahaan yang telah mempublish SR itu di dapat dari mana ya? saya kesulitan mencari di website GRI nya. mohon bantuannya, terimakasih banyak.

    Like

    1. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisan saya. Dalam tulisan ini daftar didapatkan dari situs bumn.go.id yang kemudian dilakukan pengecekan pada situs GRI. Langkah berikutanya adalah melakukan pengecekan pada masing-masing situs bumn tersebut apakah mempublikasikan SR atau tidak. Sehingga bisa didapatkan daftar bumn yang mempublikasikan SR. Untuk informasi tersebut daftar bumn memang tidak dimasukan dalam tulisan ini. Saya bermaksud untuk menjadikan satu tulisan tersendiri, namun belum di-posting.

      Like

      1. lutfi says:

        maaf kak, mohon informasi lebih detail terkait informasi sustainability report masing-masing perusahaan untuk penelitian skripsi saya

        Like

  2. melisa says:

    Saya Melisa, sebelumnya terima kasih untuk tulisannya, sangat berguna untuk referensi tugas paper saya. Apakah anda punya referensi journal terkait SR sektor publik dari luar negeri? Kalau ada apakah bisa di share? karena saya kesulitan mencari journal SR luar negeri yg berkaitan dengan sektor publik, kebanyakan SR perusahaan swasta.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s