Catatan Akhir Tahun – 2016: Perkembangan Pelaporan Berkelanjutan di Indonesia

Pelaporan Berkelanjutan di Indonesia merupakan pelaporan yang masih bersifat sukarela. Berbeda dengan pelaporan seperti laporan tahunan maupun laporan keuangan yang memang menjadi kewajiban bagi perusahaan terutama pada perusahaan yang berstatus publik (listing pada bursa). Sebagaimana yang telah dibahas pada tulisan sebelumnya, perkembangan pelaporan berkelanjutan menunjukkan tren yang positif. Dimana jumlah emiten masih lebih kecil dibandingkan dengan perusahaan non publik, dengan perbandingan 39% terhadap 61%.

picture_02

Gambar 1. Persentase perbandingan perusahaan Publik dan No Publik

Acara tahunan penghargaan untuk pelaporan berkelanjutan di Indonesia, ISRA 2016, telah berakhir dengan pengumunan para pemenang untuk kategori penghargaan. Rincian informasi terkait bisa dilihat pada link terkait1. Laporan ini sudah menjadi perhatian perusahaan di Indonesia sebagai suatu laporan yang mampu memberikan pengungkapan untuk elemen dan informasi yang belum tercakup baik pada Annual Report maupun Financial Statement. Dibandingkan antara jumlah perusahaan yang mengeluarkan SR, Emiten pada BEI masih sedikit yang melakukan publikasi SR.  Dari hasil pantauan penulis, baru sebanyak 52 Emiten yang melakukan publikasi SR.

Picture_03.JPG

Gambar 2. Tren jumlah laporan untuk periode pelaporan tahun 2005 – 2015

Tren positif dimana tahun demi tahun terlihat kenaikan jumlah laporan. Namun berdasarkan hasil pantauan penulis, terjadi penurunan jumlah laporan untuk periode pelaporan 2015. Ada kemungkinan  organisasi-organisasi tersebut belum melakukan publikasi pada situs mereka sehingga laporan mereka belum dapat diakses oleh publik.

Pada tahun 2016, beberapa perusahaan melakukan publikasi sustainability reporting yang pertama untuk periode pelaporan tahun 2015. Berikut adalah daftar perusahaan  yang mempublikasikan laporan berkelanjutan yang pertaama pada tahun 2016:

  1. Bank Bukopin
  2. Bank Central Asia
  3. Bank Kalsel
  4. Pertamina Lubricants

Selain perusahaan, organisasi nonprofit juga melakukan publikasi laporan ini. Dari hasil pengumpulan data terdapat organisasi nonprofit seperti yayasan, koperasi dan lembaga pemerintahan. Berikut adalah daftar organisasi tersebut:

  1. Koperasi Ancol Sayang Lingkungan (KASL)
  2. Yayasan Danamon Peduli
  3. SKK Migas
  4. LPMAK
  5. BPJS Ketenagkerjaan

 

Perkembangan standar pelaporan di Indonesia

GRI Sustainability Reporting Guidelines menjadi acuan utama dalam melakukan pembuatan laporan berkelanjutan. Standar GRI pun dari masa ke masa mengalami perkembangan. Dimulai dari generasi pertama standar pelaporan pada tahun 2000 hingga sekarang standar tersebut sudah berkembang versi demi versi.

picture_01

Gambar 3. Lini masa standar GRI G1 – GRI Standards

Jika pada tulisan sebelumnya berfokus pada trend dan jumlah perusahaan yang melakukan publikasi SR. Maka pada tulisan ini dibahas mengenai standar pelaporan yang digunakan oleh perusahaan tersebut dalam menyiapkan dan membuat laporan tersebut. Dimulai dari GRI Guidelines (GRI-G1) hingga yang terbaru pengganti GRI-G4, yaitu GRI Standards2. Di Indonesia, penggunaan standar dari GRI digunakan oleh hampir semua organisasi yang melakukan publikasi SR.

table_01

Gambar 4: Tabel perbandingan pemakaian standar pelaporan

Sampai dengan tahun 2016, GRI G4 sudah menjadi standar utama yang digunakan oleh banyak organisasi di Indonesia. Berdasarkan data dari GRI, sebanyak 66 organisasi menggunakan G4 sebagai acuan mereka.  Dengan organisasi sebanyak jumlah tersebut terdapat 96 laporan yang dihasilkan. Kurun waktu periode pelaporan tersebut adalah dari tahun 2013 hingga 2015.

Selain mengacu pada GRI, beberapa perusahaan di Indonesia sudah mulai mengadopsi pelaporan terintegrasi. Pelaporan terintegrasi (Integrated Reporting) ini secara sederhana menggabungkan laporan tahun dengan laporan berkelanjutan. Sehingga beberapa perusahaan tersebut hanya mempublikasikan satu laporan saja, tidak terpisah antara laporan tahunan dan laporan berkelanjutan. Integrated Report mengacu pada Integrated Reporting Framework (IRF).

 

Catatan & Sumber:

1 http://sra.ncsr-id.org/winner-sra-2016/

2 https://www.globalreporting.org/information/news-and-press-center/Pages/GRI-Standards-take-off-at-launch.aspx

Advertisements
Catatan Akhir Tahun – 2016: Perkembangan Pelaporan Berkelanjutan di Indonesia